Ahok: Kalau Ingin Kaya dengan Jadi Pejabat, Anda Munafik dan Pengecut!



INDOSEJATI- Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mewanti-wanti agar PNS DKI tidak ada yang menerima suap atau gratifikasi. Dia mengingatkan bahwa tujuan menjadi pejabat bukanlah demi materi.

"Kalau anda putuskan jadi abdi negara, itu risiko kita. Kalau mau kaya dengan jadi pejabat, Anda penggecut. Munafik. Kalau mau kaya raya dengan jadi pejabat, itu pengecut dan munafik," kata Ahok.

Hal itu disampaikan Ahok dalam sambutannya saat melantik 103 PNS DKI eselon II, III, dan IV di Balai Agung, Balai Kota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakpus, Jumat (1/7/2016). Menurutnya, renumerasi untuk PNS sekarang sudah cukup.

"Cukupkan diri kita dengan penghasilan kita. Enggak usah kredit mobil aneh-aneh. Jam tangan ganti-ganti. Yang penting pendidikan, kesehatan. Eselon II bisa Rp 75 juta sebulan. Mau umrah bisa nabung," ungkapnya.

Soal suap dan gratifikasi, Ahok bercerita tentang suatu anggapan yang salah. Karena posisi Gubernur DKI Jakarta disebut sebagai rezeki dari Tuhan, maka gratifikasi boleh diterima.

"Ada beberapa oknum yang pikirannya luar biasa. Luar biasa sesat," ucap Ahok.

Ahok bercerita banyak modus pejabat memperkaya diri namun dengan cara agar tidak terendus. Modus itu sesimpel misalkan seorang pejabat memiliki hotel, dan SKPD di wilayah tersebut setiap rapat diwajibkan mengadakan di hotel milik pejabat.

"Enggak boleh. Kalau seperti itu, kita tidak adil. Saya jadi pejabat, saya enggak ada bisnis. Uang saya pas pasan. Tapi saya lebih kaya karena nolong orang miskin enggak pakai uang saya," ujarnya.


Sumber:http://news.detik.com/berita/3246674/ahok-kalau-mau-kaya-dengan-jadi-pejabat-anda-munafik-dan-pengecut

Postingan terkait: