AS Tak Ingin Nantinya Pesawat Tempur KF-X/IF-X Korea-Indonesia Lebih Canggih Dari F-35



INDOSEJATI- Pejabat dari Lockheed Martin mengunjungi Korea pada tanggal 18 – 20 November dan berbicara dengan para pejabat DAPA. Selama diskusi, Locheed Martin menyatakan keputusan pemerintah AS juga menahan tiga teknologi lainnya, diantaranya teknologi integrasi sistem mesin ganda dan kemampuan semi siluman pada pesawat tempur.

Korea Aerospace Industries, pengembang utama proyek KF-X, yang adalah juga mitra PTDI dari proyek pesawat tempur Indonesia IF-X, serta Defense Acquisition Program Administration (DAPA) dilaporkan tidak memiliki kemampuan untuk mengembangkan sistem teknologi mesin ganda terintegrasi. Pada bulan Juli 2014, Kepala Staf Gabungan memilih pesawat dengan mesin ganda sebagai platform untuk program KF-X/IF-X.

Dapa mengeluarkan siaran pers dan menyatakan bahwa putaran pertama pembicaraan tentang transfer 21 teknologi sedang berlangsung dengan Lockheed Martin dari 18 November 2015, Dapa juga menyatakan spesifik teknis akan ditentukan melalui konsultasi lebih lanjut. “Kami juga akan bekerja sama dengan pemerintah AS untuk mempercepat kelanjutan proses transfer teknologi ”.

Sumber-sumber di industri pertahanan mengatakan proyek KF-X/IF-X mungkin menghadapi pemutusan karena kurangnya kerjasama dari AS. Mereka menyatakan Amerika Serikat enggan mendukung program pesawat KF-X/IF-X karena pesawat tempur tersebut terlalu canggih.

Terlalu canggihnya pesawat tempur KF-X/IF-X dikhawatirkan akan menyaingi F-35, pesawat tempur siluman bermesin tunggal yang terus tertunda produksinya dan dirundung berbagai masalah teknis.


Sumber:http://jakartagreater.com/57352-2/

Postingan terkait: