Inilah Lima Pesawat Intai Canggih Andalan TNI

INDOSEJATI.com- Semakin canggihnya inovasi teknologi mendorong Indonesia terus memodernisasi perlengkapan tempur termasuk semua hal yang menunjang kegiatan militer. Salah satunya ialah kepemilikan drone. Drone merupakan pesawat tanpa awak yang sama sekali tidak membutuhkan seorang pilot untuk mengendarainya.

Pesawat intai dengan sebutan Unmanned Aerial Vehicle (UAV) ini menjadi teknologi paling pesat perkembangannya di dunia. Selain bisa digunakan untuk membantnu aktivitas keseharian manusia, alat ini juga bisa bermanfaat bagi keperluan militer.

Ya, apalagi jika tujuannya untuk memata-matai peta kekuatan musuh atau negara yang berpotensi menjadi ancaman kedaulatan RI. Berikut lima drone canggih milik Indonesia andalan prajurit TNI.

Microdrone MD4-1000




Ini adalah drone yang bisa diandalkan dalam misi di daerah konflik. Drone dengan empat baling-baling buatan Jerman tersebut sangat sangat lihai melakukan pengintaian di daerah rawan konflik.

Drone ini mampu bertahan di suhu -10 hingga 50 derajat celsius dan dapat terbang selama 90 menit dengan speed 12 meter per detik. Sedangkan untuk pengendalian, pesawat nir awak ini mampu terbang 500 meter dari pengendali. Namun, dengan waypoint GPS jarak jangkaunya mampu mencapai radius 40 km.

Rajawali 350




Rajawali 350 merupakan drone berukuran besar dengan bobot mencapai 120 kg yang wujudnya menyerupai helikopter. Drone yang mengadopsi mesin turbin berkekuatan 25 Kw ini memiliki radius operasi sejauh 120 km dengan ketinggian mencapai 4.500 meter.

Sedangkan kecepatan drone ini dapat melaju hingga145 km per jam. Drone Rajawali 350 digunakan prajurit TNI AL untuk mengawasi aktivitas berbagai kapal yang wara wiri di lautan.

Aerostar TUAV




Pesawat intai tanpa awak ini pertama kali masuk dan diperkenalkan ke publik pada tahun 2012 lalu. Drone miliki TNI AU ini panjangnya mencapai 4,5 meter dan lebar 6,5 meter. Ia mampu menjangkau jarak hingga radius 200 meter.

Drone berbobot 210 kg ini memiliki kecepatan jelajah 114 km/jam. Sedangkan ketinggian maksimal yang mampu dicapainya ialah 5,8 km dari permukaan tanah.

Hugin 1000 AUV




Drone ini memiliki wujud seperti kapal selam namun juga tidak berawak. Drone milik TNI AL ini mampu menyelam dan mengirimkan data pada kedalaman maksimal 3.000 meter.

Fungsinya ialah memetakan situasi bawah laut dan mengirim apa saja yang terdeteksi di sana secara akurat. Ia bisa dipakai untuk mendeteksi keberadaan ranjau, atau benda berbahaya lainnya di dalam laut. Indonesia, Polandia dan Italia adalah negara yang menggunakan drone canggih ini.

Super Drone




Super Drone merupakan pesawat tanpa awak sepanjang enam meter dan lebar empat meter. Drone milik TNI AD ini mampu bekerja di perbatasan dengan durasi 6-9 jam.

Namun, daya jelajahnya sangat terbatas di mana hanya mampu menempuh jarak 100 meter saja. Drone berbobot 120 kg ini mampu membawa muatan seperti kamera hingga mencapai 45 kg.


Sumber:http://news.okezone.com/read/2016/04/04/337/1353681/mengenal-lima-pesawat-intai-canggih-andalan-tni

Postingan terkait: