A-10 Thunderbolt “Warthog” Yang Tak Tergantikan


INDOSEJATI- Pada tahun 1988 AS sudah memulai rencana untuk menggantikan pesawat serang A-10Thunderbolt II dengan pesawat tempur F-16. Ada beberapa alasan yang mendasari ingin digantikannya pesawat serang Close Air Support (CAS) A-10 dengan pesawat tempur F-16 pada saat itu.

A-10 dianggap terlalu lambat dan rentan menghadapi pesawat tempur musuh yang memiliki kecepatan supersonik. Jangkauan tempur A-10 juga terbatas dengan kemampuan angkut persenjataan yang juga terbatas, disamping itu A-10 yang lamban, mudah menjadi sasaran empuk sistem pertahanan udara musuh yang kian canggih.

Pada operasi Desert Storm, F-16 yang dikonversi dengan persenjataan pod meriam GPU-5 / A memulai debut pertamanya sebagai pesawat dukungan serangan jarak dekat (CAS).

Meriam GPU-15 / A adalah meriam autocanon empat laras kaliber 30 mm dengan 353 butir amunisi (A-10 menggunakan meriam GAU-8 / A tujuh barel ).

Pesawat tempur F/A-16, dan satu-satunya F-16 yang dilengkapi dengan meriam GPU-5 bertugas untuk melakukan serangan udara jarak dekat ke berbagai sasaran didarat termasuk kendaraan lapis baja dan tank musuh.

Tetapi ternyata F/A-16 gagal total membuktikan diri sebagai pengganti A-10 Thunder II. Berbagai target didarat seperti kendaraan lapis baja dan tank gagal dilumat F/A-16. Hasil bidikan pesawat tempur F/A-16 tidak seakurat dan sedahsyat pesawat serang A-10.

Pod eksternal untuk meriam GPU-5 bergetar tidak stabil saat memuntahkan amunisinya. Pod tersebut bergetar keras dan mengguncang pesawat sehingga menyulitkan pilot untuk membidik sasarannya.

Pod juga lebih cepat panas yang kadang membuat macet saat ditembakkan, disamping itu F/A-16 belum dilengkapi software penting CCIP (continuously computed impact point) yang menghitung pergerakan target dan arah tembakan yang seharusnya.

F-16 juga terbang dengan kecepatan tinggi yang menyulitkan pilot untuk membidik karena hanya memiliki waktu singkat saat pesawat tempurnya mendekati target.

Pilot akhirnya menyerah dan melepas pod meriam GPU-5 dan menggantinya dengan bom cluster yang jauh lebih efektif.

Kabar yang terbaru, pesawat tempur siluman F-35 yang akan menggantikan peran A-10 Thunderbolt II juga menggunakan pod meriam eksternal sebagai senjata untuk dukungan serangan udara jarak dekat, mirip dengan posisi persenjataan FA/16.

Akankah F-35 mengulangi kegagalan pesawat tempur FA/-16 menggantikan tugas A-10 “Warthog” sebagai pesawat tempur Close Air Support ? Kita lihat saja nanti….


Sumber:http://jakartagreater.com/tidak-ada-yang-bisa-menggantikan-si-warthog/

Postingan terkait: