Amerika Dukung Indonesia Perangi Pencuri Ikan



INDOSEJATI- Amerika Serikat menyatakan dukungannya atas langkah pemerintah Indonesia dalam memerangi pencuri ikan. Amerika menyebutkan pencurian ikan Indonesia merugikan negara miliaran dolar.

“Amerika Serikat gembira dapat mendukung Indonesia memerangi penangkapan ikan ilegal” ujar Kuasa Usaha Ad-Interim Kedutaan Besar AS Brian McFeeters, dalam siaran pers Kedubes AS di Jakarta, (30/8/2016).

Dalam membantu Indonesia memerangi pencurian ikan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Indonesia dan Badan Pembangunan Internasional AS (USAID) bermitra dengan mendatangkan tim beranggotakan tujuh ahli dari National Oceanic and Atmospheric Administration AS yang memberikan pelatihan pada 22-26 Agustus di Manado.

Pelatihan ini menindaklanjuti ratifikasi Perjanjian tahun 2009 tentang Ketentuan Negara Pelabuhan untuk Mencegah, Menghalangi, dan Memberantas Penangkapan Ikan Ilegal. Ada 31 Negara termasuk Indonesia serta Uni Eropa ikut meratifikasi perjanjian yang berlaku secara global 5 Juni 2016.

“Penangkapan ikan ilegal mencuri sumber daya bernilai miliaran dolar dari perairan Indonesia setiap tahunnya. Hal ini merugikan orang-orang yang mematuhi peraturan, termasuk puluhan ribu orang Indonesia yang menafkahi keluarga mereka dengan menangkap ikan secara bertanggung jawab serta sesuai hukum. Penangkapan ikan ilegal juga melemahkan usaha melestarikan dan mengelola stok ikan bersama serta mengancam keberlanjutan semua kegiatan perikanan,” ujar McFeeters,

Pelatihan di Manado meliputi sesi di kelas dan praktik termasuk simulasi inspeksi langsung ke kapal yang dicurigai melakukan kegiatan ilegal. Pelatihan juga akan dilakukan di : 1) Samudera Bungus di Sumatera Barat, 2) Samudera Nizam Zachman di Jakarta, 3) Samudera Bitung di Sulawesi Utara, 4) Nusantara Ambon di Maluku, dan 5) Nusantara Pelabuhan Ratu di Jawa Barat.

Melalui USAID, Amerika Serikat menyediakan dana USD 39 juta untuk membantu melindungi dan mengelola tujuh juta hektar sumber daya laut dan pesisir, milik Indonesia.

Sumber: Detik.com

Postingan terkait: