Indonesia Segera Membeli Howitzer M109A4 dari Belgia


INDOSEJATI- Nota Keuangan dan RAPBN yang diterbitkan oleh Kementerian Keuangan dan bagiannya disampaikan oleh Presiden Joko Widodo dalam Pidato Kenegaraan telah memberikan kepastian bahwa TNI Angkatan Darat akan mendapatkan 20 unit meriam Howitzer M109A4.

Pada bulan April lalu, rombongan Pusat Kesenjataan Artileri Medan (Pussenarmed) telah melakukan peninjauan ke Belgia untuk melihat demo sistem meriam howitzer swagerak/ Gerak Sendiri (GS) M109A4 tersebut.

M109A4 merupakan iterasi keempat dari sistem M109 buatan Amerika Serikat yang pertama kali keluar pada tahun 1963. M109 memiliki kecepatan maksimal sampai 56 km/ jam dan jarak tempuh 349 km, sehingga mampu mengimbangi gerak manuver lapis baja dan memberikan perlindungan yang memadai untuknya.

M109A4 memiliki kubah yang dioperasikan dengan sistem hidrolik dan dapat berputar 360 derajat. Pada M109A4 juga diperkenalkan sistem proteksi Nubika berupa filter dan dekontaminan untuk kubah dan juga sasis, plus kit seragam MOPP anti Nubika untuk awaknya. Peningkatan lain dari versi sebelumnya adalah penggunaan alternator 180 ampere yang lebih besar untuk meningkatkan keandalan starter terutama dalam iklim dingin dan tropis, sehingga meningkatkan keandalan operasionalnya.


Meriam andalan M109A4 merupakan sistem meriam M185 L/39 yang digunakan sejak varian M109A2. Meriam ini memiliki jangkauan sampai 18 km dengan munisi 155mm konvensional, atau 23,5 km apabila menggunakan Rocket Assisted Projectile (RAP). M109A4 juga dapat ditembakkan lurus dengan amunisi High Explosive Anti Tank (HEAT) untuk menghadapi ancaman lapis baja.

Kecepatan tembak maksimalnya mencapai empat peluru per menit dan dapat dipertahankan selama tiga menit. Sistem pengoperasiannya menggunakan moda recoil yang diredam dengan peredam kejut hidrolik. Untuk senjata pengamanan, tersedia sepucuk M2HB 12,7mm untuk anti infantri dan anti helikopter.

Sumber: Angkasa.co.id

Postingan terkait: