Luhut Buka Peluang Asing Masuk Natuna, Susi Siap Mundur



INDOSEJATI- Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti menegaskan, sektor perikanan tangkap masuk dalam daftar negatif investasi. Artinya, sektor ini tertutup 100% untuk investasi asing.

Sedangkan investasi asing hanya terbuka untuk sektor pengolahan ikan hingga teknologi perikanan.

"Dulu 100 persen untuk PMA (Penanaman Modal Asing) bolehkan ikan di tangkap. Sekarang saya minta buka 100 persen untuk pengolahan. Namun perikanan tangkap khusus untuk dalam negeri saja. Bukan enggak boleh menangkap ikan, silakan asing masuk ke dalam investasi pengolahan, pemasaran, teknologi, shipyard yang non perikanan tangkap," ujar Susi di rumah dinasnya, JL. Widya Chandra V, Jakarta, Kamis (4/8/2016).

Susi kembali menegaskan, jika sektor perikanan tangkap nantinya kembali dibuka untuk asing, maka dia siap mundur dari posisi Menteri Kelautan dan Perikanan.

"Kalau sampai perikanan tangkap diberikan ke asing, saya siang mengundurkan diri, karena reforming perikanan itu harus disiplin dan itu untuk kepentingan sustainability," kata Susi.

"Indonesia sudah saatnya, setelah bertahun-tahun kita penurunan. Dulu diizinkan saja banyak kamuflase, apalagi nanti kalau diizinkan lagi. Jadi, asing silakan masuk pengelolaan 100%, kita tidak batasi. Kerja sama dengan koperasi, kepemilikan kapal, entah nelayan Indonesia, pengusaha Indonesia, itu sah-sah saja. Lautnya itu dinasionalisasikan," tegas Susi.

Sebelumnya, Menteri Koordinator (Menko) Kemaritiman, Luhut Pandjaitan, sempat melontarkan wacana untuk mengubah Perpres nomor 44 tahun 2016 tentang Daftar Bidang Usaha yang Tertutup dan Bidang Usaha yang Terbuka dengan Persyaratan di Bidang Penanaman Modal. Lewat aturan ini, sektor perikanan tangkap tertutup sepenuhnya untuk investasi asing.

Sebelumnya, asing boleh masuk hingga 100% di sektor perikanan tangkap. Wacana ini dilontarkan karena ingin memberikan kesempatan kepada investor asing ikut menggarap perikanan di kawasan Natuna yang potensinya sangat besar.


Sumber:http://finance.detik.com/read/2016/08/04/222041/3268866/4/susi-siap-mundur-kalau-investasi-perikanan-natuna-dibuka-untuk-asing

Postingan terkait: