Mungkinkah Indonesia Menjadi Pusat Pendidikan Militer Asia ?


INDOSEJATI- Tentara Nasional Indonesia berkeinginan menjadi pusat pendidikan olahraga militer di kawasan Asia, karena diyakini memiliki peluang dan didukung sumber daya yang memadai. “Kami ingin, bila disetujui pimpinan untuk menjadikan Indonesia atau TNI menjadi CSIM Asia Military Education and Research Development,” ujar Penasihat Komite Olahraga Militer Indonesia, Mayor Jenderal TNI, Endang Sodik, usai pembukaan pertemuan organisasi sosial dan olahraga militer internasional (CISM) di Kuta, Badung, Bali.

Salah satu yang menjadi alasan untuk Indonesia cocok menjadi pusat pendidikan, karena TNI memiliki pusat pelatihan pengembangan olahraga militer Indonesia (P3OMI) dan CISM dibagi berdasarkan regional dunia, yakni Amerika, Eropa, Afrika, dan Asia.

Mayor Jenderal Endang Sodik menjelaskan, hanya kawasan Asia dan Asia-Pasifik yang belum memiliki pusat pengembangan olahraga militer.

Dalam forum tahun ini, Indonesia berupaya menarik negara Asia lainnya untuk bergabung ke CISM, mengingat dari 45 negara di kawasan ini, baru sekitar 55 persen di antaranya menjadi anggota.

“Misinya, bagaimana Indonesia menjadi sentral untuk menarik negara lain di Asia, menjadi anggota bahkan di kawasan Asia Pasifik,” ujarnya.

Sementara itu, Presiden CISM Asia, Brigadir Jenderal Baran Cheshmeh Mehr Ali menyambut baik keinginan Indonesia, mengingat moto organisasi itu yang mengedepankan perdamaian dan persahabatan melalui olahraga.

“Tentu saja dalam pertemuan ini kami akan bahas hal itu dan kami nanti akan putuskan keinginan tersebut,” ujarnya.

CSIM merupakan salah sayu organisasi militer dunia bidang sosial dan olahraga yang bermarkas di Brussel, Belgia.
Dalam pertemuan di Bali, 51 perwira tinggi militer dari 21 negara di Asia hadir di antaranya Indonesia, Korea Utara, Korea Selatan, Kuwait, Palestina, Vietnam, Iran dan Suriah.

Sumber : Antara

Postingan terkait: