Papua Nugini Turunkan Merah-Putih, TNI Tambah Serdadu


INDOSEJATI- Panglima Tentara Nasional Indonesia Jenderal Gatot Nurmantyo mengatakan pasukannya akan menurunkan pasukan tambahan di perbatasan Papua dan Papua Nugini. Penambahan pasukan itu sehubungan dengan adanya upaya tentara Papua Nugini yang memaksa warga menurunkan bendera Merah Putih.

"Langkah yang kami lakukan sekarang adalah menempatkan pasukan di sana," kata Gatot di Istana Negara, Sabtu, 15 Agustus 2015. "Memang tidak mungkin di setiap kampung ada pasukan, tapi kami sudah mengajukan kepada Kementerian Pertahanan untuk mengajukan protes nota diplomatik."

Jenderal Gatot Nurmantyo mengatakan perbatasan antara Papua Nugini dan Papua memang hanya sekitar 1,2 kilometer. Wilayah tersebut masih menjadi sengketa terutama soal perbatasan dengan Indonesia.

Sebelumnya, 14 tentara Papua Nugini berseragam loreng dan bersenjata meminta warga Indonesia di Yakyu, Kampung Rawa Biru, Distrik Sota, Merauke, Papua, menurunkan bendera Merah Putih yang sedang dikibarkan. Alasannya, permukiman di kampung itu dianggap masuk wilayah negara Papua Nugini.

Padahal permukiman Yakyu jelas di wilayah Indonesia, yakni di Merauke. Penghuni kampung dan permukiman itu kebanyakan berasal dari suku Kanum bermarga Maywa. Mereka pernah eksodus pada tahun 80-90-an ke Kampung Weyam, Papua Nugini. Permukiman itu dihuni 19 kepala keluarga atau 74 jiwa sejak 22 Juni 2011.


Sumber:https://m.tempo.co/read/news/2015/08/15/078692214/papua-nugini-turunkan-merah-putih-tni-tambah-serdadu

Postingan terkait: