Beginilah Keberingasan Empat Bronco TNI AU dalam Operasi Tumpas Irian Barat



INDOSEJATI.com - Pada 1977, di tanah Irian dilakukan Operasi Tumpas untuk melumpuhkan kelompok separatis Organisasi Papua Merdeka (OPM). Kala itu, misi Operasi Tumpas tersebut dipimpin oleh Kapten Pnb M Koesbeni sang penunggang 'Kuda Liar' OV-10 Bronco yang juga tengah mengemban tugas Operasi Timor Timur kini menjadi Timor Leste.

Selama tiga bulan M Koesbeni memimpin pertempuran itu dan kemudian kembali mendukung kelancaran misi Timor Timur. Sebanyak empat unit kekuatan Bronco (OV-10F Bronco seri yang dimiliki TNI AU) dikerahkan dalam pertempuran Operasi Tumpas itu.

“Kira-kira itu selama tiga bulan, tiga bulan selesai, empat OV-10 Bronco dikerahkan. Setelah itu, selesai, kembali lagi ke Timor. Jadi ada dua spot kan, di Timor dan di Irian,” terang Marsekal Muda TNI (Purn) M Koesbeni kepada redaksi.

Saat itu, kekuatan pasukan OPM sulit dijangkau karena mereka bersembunyi di lebatnya hutan Irian. Hingga akhirnya pasukan Sandi Yudha atau Kopassandha yang kini dikenal dengan nama Kopassus diterjunkan ke medan pertempuran dengan helikopter. Kemudian, digunakanlah taktik pertempuran hit and run untuk memenangkan pertempuran.

Helikopter dikerahkan menyerang dari udara untuk memecah barisan OPM sebelum Kopassandha diterjunkan. Kemudian, Kopassandha berhasil turun dan bergerak melumpuhkan OPM. Setelah OPM lumpuh, Kopassandha kembali dijemput helikopter dan diterjunka di beberapa okasi pertempuran lainnya di hutan.

Operasi Tumpas yang digelar di Irian ini merupakan Operasi Gabungan antara Angkatan Udara (AU) bersama Angkatan Darat (AD). Angkatan Udara berperan memberikan Bantuan Tembakan Udara (BTU) dan Serangan Udara Langsung (SUL) dengan empat Bronco yang dibantu beberapa helikopter.

“Tapi SUL mereka senjatanya enggak berapi (senjata api), mereka senjatanya hanya model seperti bedil, tombak atau parang,” jelas mantan Pangkohanudnas periode 1997-1999 kepada redaksi.


Sumber: Angkasa.co.id

Postingan terkait: