Fisikawan Dunia Bengong Dengan Penemuan China yang Mampu 'Menangkap' Pesawat Siluman AS?


INDOSEJATI.com - Sebuah perusahaan teknologi militer ternama asal Cina telah mengejutkan fisikawan di seluruh dunia pekan lalu, ketika mengumumkan telah mengembangkan bentuk baru dari radar yang mampu mendeteksi pesawat siluman dari jarak 100 km jauhnya. Terobosan ini bergantung pada fenomena siluman yang dikenal dengan keterlibatan kuantum, yang dijuluki Albert Einstein sebagai “aksi menakutkan di kejauhan”.

China Electronics Technology Group Corporation (CETC), salah satu dari “Top 10” kelompok industri militer yang dikendalikan langsung oleh pemerintah pusat, mengatakan pada hari Minggu, 18 September 2016, bahwa sistem radar foton baru telah mendeteksi target pada jarak 100 km jauhnya dalam sebuah uji lapangan baru-baru ini.

Radar itu memiliki “jarak potensial” lima kali lebih jauh dari prototipe yang dikembangkan bersama-sama oleh para peneliti dari Kanada, Jerman, Inggris dan Amerika Serikat tahun lalu.

Badan Proyek Riset Pertahanan Canggih Amerika (DARPA) dikabarkan telah mendanai penelitian serupa dan pemasok peralatan militer seperti Lockheed Martin juga sedang mengembangkan sistem radar kuantum untuk tujuan pertempuran, namun kemajuan proyek-proyek militer tersebut masih belum diketahui.

Dalam pernyataan yang dimuat di situsnya pada hari Minggu, CETC menulis “Sistem radar quantum foton tunggal pertama buatan China memiliki nilai aplikasi militer penting karena menggunakan foton untuk mengidentifikasi benda-benda yang tak terlihat pada sistem radar konvensional”.

Seorang fisikawan dari Nanjing University, Prof. Ma Xiaosong, yang telah melakukan studi radar kuantum mengatakan bahwa dia belum melihat hal seperti ini dalam laporan terbuka. “Jangkauan efektif radar yang dilaporkan oleh komunitas riset internasional masih di bawah 100 km”, kata Prof. Ma Xiaosong.

Seorang peneliti radar militer dari sebuah universitas yang ada di barat laut China mengatakan jangkauan sebenarnya dari radar baru tersebut [bisa] jauh lebih besar daripada yang diumumkan oleh CETC. “Angka yang tertera dalam dokumen yang diumumkan biasanya adalah versi terendah dari kemampuan sesungguhnya”, katanya. Pengumuman oleh CETC tersebut telah menjadi viral dalam komunitas penelitian radar.

Sumber:SobatIndo.org

Postingan terkait: