Irak Minta Dukungan Indonesia Perangi ISIS


INDOSEJATI - Perwakilan Parlemen Indonesia dan Parlemen Irak mengadakan pertemuan bilateral di sela sela agenda Inter-Parliamentary Union di Jenewa, Swiss. Irak meminta Indonesia mendukung upaya mereka memerangi teroris ISIS.

Delegasi Indonesia diwakili Wakil Ketua DPR dan Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen DPR Rofi Munawar. Sementara Parlemen Irak diwakili Aram Shekh Muhammed dan Dhiaa Al Asadi.

Aram dan Dhiaa tak mau menyebut ISIS atau IS sebagai Islamic State atau Negara Islam. Menurutnya tak pantas teroris disebut sebagai 'state'. Karena istilah 'state' hanya pantas untuk negara berdaulat. Di Irak, ISIS disebut 'Daish' atau teroris yang cuma mengaku menegakkan Daulah Islamiyah.

"Kami berperang dengan ISIS bukan hanya untuk negara kami di Irak. Tapi untuk seluruh Muslim dan orang di dunia," kata mereka.

Parlemen Irak menyebut Daish atau ISIS bukan memperjuangkan Islam. Mereka hanya peduli dengan kelompoknya. ISIS akan membunuh siapa pun yang berbeda dengan mereka. Aksi kekerasan hingga memenggal orang tak bersalah tak diajarkan dalam Islam.

"Mereka cuma sekelompok kriminal. Jangan pernah menganggap mereka representasi Islam. Kami ingin seluruh dunia tahu Daish itu bukan Islam," kata Dhiaa.

Bagaimana ISIS bisa berkembang di Irak?

"Banyak faktor. Tetapi yang pasti ada campur tangan negara besar dan ada pasar jual beli senjata di sana," kata Dhiaa.

Saat ini kekuatan ISIS sudah terdesak. Mosul menjadi pusat pertahanan terakhir mereka. Tentara Irak sudah mengepung posisi ISIS di sana, namun ISIS menjadikan warga sipil sebagai tameng.

"Kami meminta dukungan dari anda dan seluruh dunia untuk mengalahkan para teroris itu di sana. Jumlah mereka sudah sedikit. Kami juga meminta dunia tak mendengarkan propaganda para teroris ini," harap Aram.

Selain soal ISIS, parlemen Irak juga meminta Indonesia berinvestasi di sana. Mereka yakin bantuan dari Indonesia akan membantu ekonomi mereka sembuh lebih cepat.

Wakil Ketua DPR  menyampaikan Indonesia dan Irak punya sejarah persahabatan yang panjang. Apa yang terjadi di Irak menjadi perhatian rakyat Indonesia.

"Semoga masalah itu bisa segera diselesaikan. Irak merupakan negara yang kaya dengan warisan budaya dunia," kata Beliau.

Sementara Rofi Munawar yang sudah mengunjungi Irak pada Januari lalu menyampaikan Irak butuh dukungan dari negara-negara Islam. Setelah lepas dari Saddam Hussein, Irak belum sempat tumbuh dan keburu diganggu persoalan ISIS.

"Mereka ingin kita berinvestasi tetapi masih terganjal konflik di sana," kata Rofi.


Sumber:https://www.merdeka.com/dunia/parlemen-irak-beberkan-siapa-isis-sebenarnya-laporan-dari-jenewa.html

Postingan terkait: