Ancaman Serangan Udara Harus Dipikirkan Jika Ingin Pindahkan Ibu Kota



INDOSEJATICOM - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional atau Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) menyatakan banyak aspek yang dipertimbangkan dalam pemindahan Ibu Kota, di antaranya aspek keamanan dan pertahanan.

"Jadi Kalimantan misalnya. Kita punya perbatasan langsung dengan negara tetangga," kata Deputi Bidang Pengembangan Regional Bappenas Arifin Rudiyanto.

Salah satu wilayah yang digadang sebagai potensi tempat pemindahan Ibu Kota yakni Kalimantan. Namun, seperti diketahui, Kalimantan berbatasan dekat dengan Brunei Darussalam dan Malaysia. Bahkan dengan Brunei, perbatasannya adalah daratan.

Rudi mengaku ada kekhawatiran jika perbatasan itu sangat dekat. Sebab, kata dia, tidak selamanya hubungan antarnegara tetangga itu harmonis.

"Sistem perimeter pertahanannya belum terbangun (di Kalimantan). Kalau di Jawa kan sudah. Kita bisa menangkal kalau ada serangan udara, di mana titik (perlawanannya) ada. Kalau Ibu Kota, enggak boleh sembarangan," ucap dia.

Rudi menambahkan, sejauh ini belum ada keputusan lokasi Ibu Kota yang baru. Sampai saat ini masih dalam pengkajian tim.

Pemindahan dilakukan dengan semangat mengurangi ketimpangan dan kesenjangan antarwilayah. Pemindahan ini untuk mewujudkan keadilan.

"Ini memang Presiden langsung menginstruksikan. Menugaskan Bappenas dan PU, untuk menyiapkannya. Kitanya melakukan kajian," tandas dia.

Sementara itu, Direktur Perkotaan, Perumahan dan Pemukiman Bappenas, Tri Dewi Virgiyanti menambahkan, tentu sistem keamanan dan pertahanan yang dibangun tidak hanya mengantisipasi serangan udara saja. Tapi dari berbagai sisi, laut dan darat.

"Tingkat keamanannya harus tinggi. Karena ada kepala negara, ada pusat-pusat pemerintahan. Artinya, kalau diserang musuh, seperti apa. Baik darat, laut, maupun udara," kata Dewi.


Sumber: Metrotvnews

Postingan terkait: