Cegah Pelarian ISIS, Puluhan Prajurit TNI Disiagakan di Pulau Mapia


INDOSEJATICOM - Sebanyak 20 prajurit TNI telah disiagakan di pulau terluar Mapia, Kabupaten Supiori. Komandan Korem 173/PVB Biak, Papua Brigjen TNI Nyoman Cantiasa mengatakan, langkah ini untuk mengantisipasi pelarian simpatisan ISIS pasca perang dengan militer Filipina ke wilayah itu.

"Saya harapkan prajurit TNI yang mendapat kepercayaan menjaga pengamanan pulau terluar harus senantiasa meningkatkan patroli untuk mencegah masuknya anggota ISIS dengan memanfaatkan luasnya wilayah perairan Papua," kata Danrem 173/PVB Brigjen Nyoman Cantiasa.

Dia mengatakan, penugasan prajurit TNI di pulau terluar dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan nawacita dari program pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memberikan kenyamanan warga dalam melaksanakan program pemerintah.

Adapaun, jelas Nyoman, program pembangunan dilakukan pemerintah di pulau terluar bertujuan meningkatkan kesejahteraan warga yang bermukim di daerah terluar, terdepan dan terpencil.

Nyoman menegaskan, bahwa sebelum ditempatkan sebagai prajurit pengamanan pulau terluar dilakukan seleksi secara ketat, di antaranya menyangkut kesehatan, fisik dan mental serta kemampuan akademis prajurit.

"20 anggota TNI yang dikirim ke pulau terluar merupakan prajurit yang tangguh dan siap tempur dalam mengamankan keutuhan wilayah NKRI di kawasan Pulau Mapia, Brasi dan Fanildo," tegasnya.

Dia mengatakan, penugasan bagi 20 prajurit TNI di pular terluar Mapia selama sembilan bulan.

Data Kamis sore pukul 17.00 WIT pelepasan 20 prajurit pasukan pengamanan pulau terluar Mapia terdiri dari 10 TNI Angkatan Darat (TNI-AD) dan 10 prajurit Marinir TNI-AL.



Sumber: GardaNasional.id

Postingan terkait: