Habibie Ungkap Fakta Sebenarnya Mengapa Dulu IPTN Dihabisi


INDOSEJATICOM - Ada fakta menarik yang diungkapkan Presiden ketiga RI Prof Dr Ing BJ Habibie tentang IPTN.

Sebagai seorang ilmuwan, Habibie tidak mau berpolitik. Namun riset dan teknologi tidak bisa berkembang tanpa ada political will.

"Saya bisa survive di tengah politik. Gara-gara politik juga, perusahaan IPTN yang berisi pemuda-pemuda terbaik bangsa dihabisi," kata Habibie dalam dialog di Gedung MPR RI.

Dia menceritakan, saat ada pembahasan mengenai nasib IPTN dengan IMF, dirinya tidak pernah dilibatkan.

Presiden Soeharto hanya memanggil para ekonomnya dan tidak meminta pendapat Habibie.

"Saya kaget saat dikasi tahu tidak ada dana lagi untuk membiayai IPTN dan harus dibubarkan. Namun, saya katakan kepada presiden, saya bisa mendapatkan dananya dan berhasil IPTN bisa selamat," tuturnya.

Sayangnya, di era reformasi IPTN benar-benar ditutup. Mereka lupa perusahaan itu berkaitan dengan manusia.

Banyak ahli pesawat kita bekerja di luar negeri karena di Indonesia, pemerintahnya tidak mendukung industri pesawat terbang.

"Sekarang Indonesia buat pesawat N219. Padahal 50 tahun lalu Indonesia sudah buat itu, cuma namanya CN212. Indonesia bahkan sudah membuat N250. Sayangnya industri dirgantara dihabisin karena sekelompok orang yang ingin mencari keuntungan dengan cara impor. Dan, saya tahu siapa-siapa orang di balik itu," tandasnya.


Sumber: JPNN

Postingan terkait: