TNI AD Turun Tangan Perketat Wilayah Perbatasan RI-Malaysia, Ada Apa?



INDOSEJATICOM - TNI AD memperketat pengawasan serta menambah Satgas Pengamanan di Perbatasan Indonesia-Malaysia di Kalbar. Hal ini guna menyikapi maraknya penyelundupan barang ilegal dan narkotika serta keluar-masuknya TKI illegal ke Malaysia.

“Mulai tahun depan akan ditambah dan telah disetujui peningkatan jumlah (personel) menjadi 450 petugas di setiap sektor. Kekuatan sepanjang perbatasan menjadi 900 personel,” kata Pangdam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Andika Perkasa kepada wartawan usai upacara pelepasan Satgas Pengamanan Perbatasan Indonesia-Malaysia, Batalyon Infanteri (Yonif) Para Raider 502/Ujwala Yudha di lapangan Makodam.

Saat ini di perbatasan memiliki 59 pos penjagaan dengan kekuatan 700 personel TNI AD. Dibagi menjadi dua sektor yaitu sektor barat 30 pos dengan 350 personel dan timur 29 pos juga 350 personel.

Mayjen Andika menjelaskan, penambahan Satgas Pengamanan Perbatasan ini tidak hanya di wilayah teritorialnya saja. Tetapi juga di perbatasan darat Indonesia lainnya. Meliputi wilayah perbatasan Papua-Papua Nugini, Nusa Tenggara Timur (NTT)-Timor Leste dan Kaltara/Kaltim-Sabah—Malaysia. Di wilayah Kalbar, walaupun penambahan personel tersebut belum ideal, namun dia berharap mampu menutupi celah yang ada.

“Apakah itu cukup? Mungkin tidak. Tetapi paling tidak dengan peningkatan jumlah ini menjadi semakin teliti,” harapnya.

Panjang perbatasan Indonesia-Malaysia di Kalbar kurang lebih 900 Km. Jenderal bintang dua itu mengaku, sekitar 360 Km belum terjaga dan belum memiliki pos, karena masuk kawasan taman nasional. Kondisi itu sudah lama dilaporkan pihaknya dan sudah ada progres ditingkat Mabes TNI untuk membentuk pos penjagaan. “Jadi 360-an kilometer itu di sepanjang taman nasional, ini juga rencana akan dibangun pos,” ungkapnya.

Sebelumnya, kata Mayjen Andika, wilayah taman nasional tidak boleh dibangun pos penjagaan. TNI juga tidak ingin membangun pos itu secara sepihak yang nantinya justru dikomplain instansi terkait karena ada pembukaan lahan. Di sisi lain, di wilayah itu ada celah, jadi memang harus dibangun pos.

“Kalau kita hanya patroli, tidak bisa. Berarti kita harus mendirikan pos. Proses admintrasinya membutuhkan waktu. Tapi sudah ada proses dan kemajuannya,” tegasnya.

Sementara itu, prajurit Yonif Para Raider 502/Ujwala Yudha yang telah bertugas di perbatasan di sektor timur sejak November tahun lalu akan kembali ke markas asalnya. Mereka kembali ke markasnya beberapa hari ke depan.

Mereka digantikan Yonif 123/Rajawali dari Kodam I/Bukit Barisan. Tidak hanya menjaga kedaulatan NKRI, mereka juga bertugas membantu keamanan dan mencegah perdagangan gelap. Misalnya, Prajurit Yonif 502/Ujwala Yudha, mereka mampu mengungkapkan penyelundupan narkoba dan senjata api di perbatasan. “Kita berterimakasih atas kerja keras para prajurit ini. Mereka bisa membuntu keamanan di perbatasan Kalbar,” ucap Pangdam.


Sumber: JawaPos

Postingan terkait: