Sikapi Rohingya, Pemerintah Didesak Tarik Dubes RI di Myanmar


INDOSEJATICOM - Komunitas masyarakat profesional bagi kemanusiaan Rohingya mendesak Pemerintah Indonesia menarik Duta Besar RI di Myanmar.

Hal ini sebagai sikap tegas terkait terus berlangsungnya kekerasan mematikan terhadap etnis Rohingya di Myanmar.

Desakan itu disuarakan dalam aksi damai di depan Kedutaan Besar Myanmar, di Jalan Haji Agus Salim, Jakarta Pusat.

"Kami mendesak pemerintah menarik Duta Besar Indonesia di Myanmar. Itu adalah satu bentuk perlawanan kita, bahwa Indonesia tidak menyetujui pelanggaran hak asasi manusia," ujar Irfan Gani, salah satu koordinator aksi.

Irfan mengatakan, pelanggaran hak asasi manusia terhadap etnis Rohingya yang bergama Muslim telah sebegitu genting dan mendesak untuk dihentikan.

Menurut Irfan, penarikan duta besar dan pemutusan hubungan diplomatik adalah suatu hukuman yang harus dibayar pemerintah Myanmar.

Para kalangan profesional menilai Indonesia tidak boleh memberikan toleransi pada aksi kekerasan dan penghilangan nyawa.

"Indonesia perlu melakukan tindakan nyata," kata Irfan.

Kekerasan mematikan semakin memburuk di negara bagian Rakhine, Myanmar, dalam beberapa hari terakhir, dengan hampir 100 orang tewas.

Korban tewas meningkat karena bentrokan bersenjata antara tentara dan militan Rohingya terus berlanjut.

Kekerasan juga membuat ribuan Muslim Rohingya khawatir dan melarikan diri ke perbatasan Bangladesh.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengaku telah menghubungi Penasihat Keamanan Nasional Myanmar dari Aung San Suu Kyi, U Thaung Tun.

Langkah ini dilakukan terkait situasi di negara bagian Rakhine Myanmar yang kembali bergejolak selama beberapa hari terakhir.

Kepada U Thaung Tun, Retno menyampaikan agar Pemerintah Myanmar lebih mengutamakan menangani masalah kemanusiaan terlebih dulu sehingga tak menimbulkan korban jiwa di kalangan warga sipil.


Sumber: Kompas.com

Postingan terkait: