BIKIN GERAM!! Hina Suku Bugis, Mantan PM Malaysia Mahathir Dipaksa Minta Maaf


INDOSEJATI - Perdana Menteri ke-4 Malaysia, Mahathir Mohammad dikecam warganet Indonesia dan diminta oleh beberapa pihak segera meminta maaf kepada Suku Bugis. Hal itu terkait pidato politiknya yang secara gamblang menjelek-jelekkan Suku Bugis.

Pidato kontroversial itu dilakukan Mahathir Mohamad dalam acara yang diselenggarakan Himpunan Sayangi Malaysia di Padang Timur, Petaling Jaya, Malaysia. Acara tersebut bertujuan untuk mengkampanyekan anti-kleptokrasi. Dalam pidatonya, Mahathir menyerang lawan politiknya yang tak lain tak bukan adalah Perdana Menteri aktif Malaysia, Najib Razak.

Mahathir menyebut Najib seorang pencuri, perompak, dan penyamun. Tuduhan itu dihubungkan dengan riwayat keluarga Najib Razak yang masih memiliki darah Bugis. Dari yang awalnya menyerang Najib Razak, Mahathir menjadi secara jelas merendahkan Suku Bugis secara umum. Ia menyebut kelompok etnik yang berada di Sulawesi Selatan itu sebagai pencuri, penyamun, hingga perompak.

“Mungkin kerana dia [Najib Razak] berasal dari lanun Bugis. Entah macam mana dia sesat sampai ke Malaysia. Pergi balik lah ke Bugis,” ucap Mahathir.

Pidato Mahathir itu menuai kecaman dari warga keturunan Bugis di Malaysia. Ketua Asosiasi Bugis di Kota Tinggi, Malaysia, Abd Kader Baso mengultimatum Mahathir akan segera melaporkan pidato kontroversial itu ke polisi.

Abd Kader Baso juga mendesak Mahathir segera meminta maaf, khususnya kepada rakyat Bugis. Perilaku Mahathir dinilai tak mencerminkan seorang negarawan.

Tak hanya satu kecaman, seperti dilaporkan New Straits Times Rabu, Koalisi Organisasi Non-Pemerintah di Selangor melaporkan Mahathir Mohamad dengan sangkaan hinaan kepada masyarakat Bugis dan Perdana Menteri Najib Razak.


“Menyebut Bugis sebagai perompak adalah sebuah hinaan kepada perdanamenteri, keluarga kerajaan, bahkan mengejek Sultan Selangor. Sebagai mantan perdana menteri dan negarawan, Mahathir seharusnya tak berkata seperti itu,” ucap ketua koalis Nazilah Idris.

Laporan koalisi tersebut juga mempermasalahkan ucapan Mahathir yang menyuruh Najib Razak kembali ke Bugis. Hal itu dianggap menghina banyak orang karena keturunan Bugis sudah menjadi bagian dari Malaysia sejak dahulu kala.

“Sangat tidak adil untuk warga Malaysia keturunan bugis saat Mahathir meminta Najib Razak kembali ke Bugis. Dia sangat tidak berperasaan, membicarakan keturunan dan nenek moyang di negara multi-ras,” tambah Nazilah.

Malaysyakini, Rabu, melaporkan unjuk rasa terjadi di depan kantor Mahathir Mohamad di Putrajaya. Unjuk rasa dilakukan oleh beberapa orang yang menemakan diri mereka Komunitas Bugis. Komunitas tersebut mendesak Mahathir segera menarik ucapannya yang mengidentikan masyarakat Bugis sebagai perompak.

“Laporan ke polisi berskala nasional akan dilakukan kalau Mahathir tidak menarikucapannya dan meminta maaf. Dia melukai perasaan komunitas yang sudah lama menjadi bagian dari Malaysia,”  ucap juru bicara komunitas tersebut.

Pidato kontroversial Mahathir Mohamad itu juga viral di media sosial di Indonesia. Warganet pun turut mengecam pernyataan Mahathir, salah satu unggahan yang ramai komentar kecaman ada di akun Instagram @indozone.id.

“Hahahah engga malu apa? Negara aja ngemis dari Inggris keliatan kan mana yg berusaha dan mana yg mengemis. Suku bugis berjuang bersama suku-suku lainnya demi memperoleh dan mempertahankan kemerdekaan indonesia enak banget tuh negara pengemis menghina suku kita,” tulis akun @zulfikartama.

“Kalau sudah tua menjabat ya kayak gini, ngelantur semua,” tulis @davrians.

“Kalau mau menghina pribadi ya hina aja pribadinya Najib Razak, jangan bawa-bawa suku,” tulis @rafael_pangalila.

“Emang Malaysia selalu bikin ulah, mau ngajakin perang kayaknya,” tulis @irzqian2357.


Sumber: OkezoneNews

Postingan terkait: