Komnas HAM Natalius Pigai: "Sandera OPM Papua Cuma Dalih Untuk Kerahkan Militer"


INDOSEJATI - Mantan komisioner Komnas HAM Natalius Pigai menepis berita penyanderaan 1.300 warga kampung Banti dan Kimbeli. Menurutnya tidak ada penyanderaan di Papua, namun justru warga dilarang ke luar dari Desa Banti dan Kimbeli karena sedang berada dalam ancaman kepungan militer dan polisi Indonesia.

"Ribuan rakyat di daerah pedalaman Timika adalah warga biasa yang sudah berbaur dan merupakan sanak saudara dari anggota TPN/OPM (Tentara Pembebasan Nasional-Organisasi Papua Merdeka). Karena itu, saya mendengar katanya sengaja dilindungi oleh mereka dan saat ini kondisi 1.300 rakyat masih dalam keadaan aman meskipun dalam ancaman pengepungan TNI dan Polri," kata Natalius.

Natalius menambahkan, berita penyanderaan hanyalah opini belaka, sebab warga di dua desa itu berkerabat dengan TPN/OPM. Natalius mengatakan berita penyanderaan hanyalah dalih untuk mengerahkan kekuatan militer ke Papua.

"Apa yang disampaikan Pak Boy itu versi Polri bersama unsur TNI, tetapi tidak bisa dijadikan pegangan. Opini yang dikembangkan oleh TNI dan Polri bisa saja untuk menggiring opini untuk operasi pengepungan dan menjustifikasi bahwa tidak bersalah jika rakyat mati tertembak dalam pengepungan," ujarnya.

Tak mau beropini, Natalius juga mengaku dikirimi pesan dari seorang warga dari Desa Banti, dan mengisahkan kejadian yang sebenarnya. Natalius menyebut, warga tersebut justru merasa dikekang oleh kehadiran satgas TNI/Polri dan meminta perlindungan ke TPN/OPM.



Sumber:https://kriminologi.id/hard-news/kamneg-ham/penyanderaan-kkb-papua-pigai-itu-dalih-untuk-mengerahkan-militer

Postingan terkait: